Pasca Gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Guru dan Anak-anak SMKN Riung Berjuang agar Tetap Bisa Belajar
Infrastruktur

Pasca Gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Guru dan Anak-anak SMKN Riung Berjuang agar Tetap Bisa Belajar

31 Agt 2026241 views
SMKN Riung Jalan Raya Riung-Mbay, Dusun Bhaubhelek, Desa Lengkosambi Timur, Kec. Riung, Kab. Ngada.

Ngada, NTT — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores meninggalkan dampak pada sejumlah fasilitas pendidikan. Di SMKN Riung, Kabupaten Ngada, kondisi ruang belajar yang terdampak membuat kegiatan pembelajaran harus menghadapi keterbatasan.

Ruang yang selama ini menjadi tempat belajar siswa terlihat mengalami kerusakan. Bagian dinding mengalami retakan dan sejumlah material bangunan berserakan di lantai. Kondisi tersebut membuat ruang kelas tidak lagi berada dalam keadaan seperti sebelum gempa.

Namun, keadaan itu tidak membuat guru dan siswa berhenti berusaha.

Secara mandiri, para guru bersama siswa bergotong royong membersihkan ruang sekolah. Mereka bekerja secara manual, memindahkan material dan merapikan bagian-bagian ruangan yang masih dapat dibersihkan.

Di tempat lain, sejumlah siswa juga terlihat mencari dan memotong bambu. Bahan sederhana tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari upaya menyediakan tempat belajar sementara di luar ruang kelas.

Bambu yang mereka siapkan nantinya diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pembangunan tenda darurat. Bagi sekolah, keberadaan ruang belajar sementara menjadi penting agar proses pendidikan tetap dapat berlangsung di tengah kondisi sekolah yang masih membutuhkan penanganan.

Kepala SMKN Riung, Elisabet Priska Londa, berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak ketiga untuk membantu sekolah mendapatkan tenda darurat.

“Kami berharap pemerintah maupun pihak ketiga dapat segera membantu sekolah mendapatkan tenda darurat untuk mendukung kegiatan pembelajaran sementara di luar kelas,” harap Elisabet Priska Londa.

Harapan tersebut bukan semata tentang sebuah tenda. Bagi sekolah, tempat belajar sementara menjadi bagian dari upaya menjaga agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk mengikuti pembelajaran selama proses pemulihan berlangsung.

Apa yang dilakukan guru dan siswa SMKN Riung menunjukkan bahwa semangat untuk belajar tetap dijaga meskipun kondisi belum kembali seperti semula. Dengan peralatan sederhana dan tenaga yang mereka miliki, mereka mencoba melakukan apa yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kegiatan pendidikan.

Kini, dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu proses tersebut, terutama dalam menyediakan ruang belajar sementara yang lebih layak bagi para siswa.

Sebab setelah bencana, memulihkan pendidikan bukan hanya tentang memperbaiki bangunan. Ada anak-anak yang ingin kembali duduk di ruang belajar dan melanjutkan mimpi mereka.

PPNTT.