
Mengenal Lebih Dekat Sosok Pengurus Peduli Pendidikan NTT
Kupang, Nusa Tenggara Timur — Di balik langkah-langkah kecil yang berdampak besar, selalu ada sosok-sosok yang bekerja dalam diam. Komunitas Peduli Pendidikan NTT, yang sejak 19 Maret 2018 berdiri tegak di Kupang, tidak bisa dilepaskan dari orang-orang yang menjadi penggeraknya—mereka yang dengan penuh sukacita memilih untuk melayani pendidikan, bahkan dari dalam kekurangan.
Berlokasi di Jalan Prof. Dr. W.Z Johanes No. 22, RT 007 / RW 003, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang – NTT, komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di daerah-daerah pelosok dan komitmen untuk memberi harapan baru bagi anak-anak di NTT.
Visi
"Memberi dari kekurangan, melayani dengan sukacita."
Misi
Meningkatkan kepedulian terhadap peserta didik dari keluarga pra sejahtera.
Menggiatkan fungsi kontrol sosial bagi pendidikan di wilayah NTT.
Memberikan dorongan jasmani dan rohani bagi kemajuan pendidikan di NTT dalam segala keterbatasan.
Melayani tanpa pamrih dan murni untuk pendidikan di NTT serta menembusi semua wilayah tanpa batasan.
Siapa Saja Mereka?
Berikut adalah empat sosok utama dalam kepengurusan komunitas Peduli Pendidikan NTT — orang-orang yang membuktikan bahwa pelayanan tak butuh panggung, hanya butuh hati yang siap berbagi.
Penasehat – RD. Kosat
Sebagai penasehat, RD. Kosat menjadi penopang moral dan arah dalam perjalanan komunitas. Ia tidak hanya memberikan nasihat strategis, tetapi juga menjadi pendamping rohani yang menguatkan langkah-langkah para pengurus. Kehadirannya menjaga agar nilai pelayanan tetap murni dan berakar pada kasih.
Ketua – Polce Messakh
Di posisi ketua, Polce Messakh menjadi wajah depan dari gerakan ini. Ia dikenal sederhana, tenang, namun teguh dalam visi. Dengan pendekatan yang humanis dan kerja nyata di lapangan, Polce membawa komunitas ini ke berbagai sudut NTT—menyalurkan bantuan, membangun ruang belajar, hingga memotivasi para siswa untuk terus bermimpi.
Bendahara – Dessy Aha
Dessy Aha menjalankan tanggung jawab pengelolaan keuangan komunitas dengan disiplin dan transparansi. Meski tugasnya sering di balik layar, perannya sangat vital—menjaga aliran dana bantuan tetap aman, tertib, dan tepat sasaran. Ia juga turut aktif terlibat dalam kegiatan lapangan, menjadikannya bendahara yang menyatu dengan gerakan.
Sekretaris – Bharon Lay
Sebagai sekretaris, Bharon Lay adalah otak administratif komunitas ini. Mulai dari pencatatan kegiatan, surat-menyurat, hingga dokumentasi program dijalankannya dengan teliti. Tak hanya itu, ia juga kerap menjadi penghubung dengan relawan dan mitra, memastikan koordinasi berjalan lancar di balik setiap program.
Pelayanan yang Tidak Mengenal Batas
Mereka adalah pekerja senyap yang telah berulang kali menembus medan sulit, jalan rusak,demi menyampaikan satu pesan: pendidikan harus sampai ke semua anak, tanpa kecuali.
Mereka hadir bukan karena kewajiban, tetapi karena panggilan hati. Tidak ada honor, tidak ada imbalan, hanya kerinduan untuk melihat anak-anak di NTT tumbuh dengan harapan dan pengetahuan.
“Kami percaya bahwa dalam keterbatasan, masih ada yang bisa dibagi. Tidak harus besar, asal tulus,” ujar Ketua Polce Messakh.
Lewat tangan-tangan merekalah, Peduli Pendidikan NTT terus bergerak—menyalakan semangat, membagikan senyum, dan menyentuh hati-hati kecil yang haus akan ilmu.
Karena pendidikan bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi seberapa besar hati yang mau berbagi.
