
Berawal dari Sebuah Video, Dukungan Pendidikan Sampai ke Alor
Alor, 27 Agustus 2026— Sebuah video singkat yang beredar di TikTok menjadi awal dari sebuah perjalanan kecil untuk menghadirkan dukungan pendidikan bagi tiga anak di Lakafeng, Desa Pintu Mas, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.
Dalam video tersebut, terlihat seorang anak perempuan menunjukkan sepatu sekolahnya yang sudah jauh dari kondisi layak. Video itu kemudian beredar melalui beberapa akun dan ternyata bukan merupakan unggahan dari pemilik aslinya.
Melihat kondisi dalam video tersebut, muncul keinginan untuk mengetahui keberadaan anak dan keluarganya. Video kemudian dibagikan kembali dengan permohonan maaf kepada siapa pun yang mengenal mereka agar dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan kontak yang bisa dihubungi.
Dari berbagai tanggapan yang muncul, informasi awal menyebutkan bahwa keluarga tersebut berada di wilayah Kafelulang, Alor. Penelusuran kemudian terus dilakukan hingga akhirnya diperoleh informasi yang mengarah ke Lakafeng, Desa Pintu Mas, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor
Untuk memastikan informasi tersebut, bantuan kemudian datang dari seorang teman yang berdomisili di Alor,Hakim . Pada 27 Juli 2026, Hakim berkesempatan mendatangi lokasi dan bertemu langsung dengan anak perempuan yang terlihat dalam video, bersama nenek dan saudara-saudaranya.
Dari pertemuan tersebut diketahui bahwa sang nenek tinggal bersama tiga orang cucunya yang masih bersekolah. Ketiganya terdiri dari seorang laki-laki yang duduk di bangku SMA, seorang perempuan di tingkat SMP, dan seorang perempuan di tingkat SD.
Kehidupan keluarga tersebut juga tidak mudah. Sang nenek sehari-hari berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai tukang urut atau pijat. Tanpa perlu mengungkap lebih jauh kehidupan pribadi mereka, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa memenuhi kebutuhan sekolah bagi ketiga anak bukanlah perkara yang selalu sederhana.
Dalam perjalanan penelusuran ini, akhirnya diketahui bahwa video yang menjadi awal perhatian tersebut merupakan video asli milik Bustami Kaibana. Video yang telah memperlihatkan kondisi anak tersebut kepada publik dan secara tidak langsung membuka jalan bagi munculnya kepedulian, **keluarga besar Komunitas Peduli Pendidikan NTT menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bustami Kaibana
Setelah kebutuhan ketiga anak diketahui, Hakim kemudian membantu mendapatkan informasi mengenai ukuran sepatu, seragam, dan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan. Berbagai keterbatasan waktu dan situasi membuat penyerahan dukungan tidak dapat dilakukan segera.
Hingga pada 27 Agustus 2026, Hakim bersama istrinya, Rahma berkesempatan membantu proses penyerahan dukungan seragam dan perlengkapan sekolah kepada ketiga anak tersebut.
Dukungan ini akhirnya dapat sampai kepada keluarga di Lakafeng juga karena ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu di tengah keterbatasan waktu dan jarak. Hakim dan Rahma menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Untuk waktu, tenaga, dan kepedulian yang telah diberikan, keluarga besar Komunitas Peduli Pendidikan NTT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Perjalanan ini bermula dari sebuah video sederhana di media sosial. Dari sana, informasi dicari, keberadaan keluarga ditelusuri, kondisi di lapangan dipastikan, hingga akhirnya dukungan pendidikan dapat diberikan.
Sebuah pengingat bahwa kepedulian terkadang hadir melalui cara yang sederhana. Satu video, satu informasi, dan beberapa orang yang bersedia membantu, akhirnya mempertemukan niat baik dengan mereka yang membutuhkan.
Peduli Pendidikan NTT
